Padang (30/3). Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, Ketua DPD LDII Kota Padang, H. Muhammad Iqbal, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyampaikan pesan serta harapan warga dan masyarakat Kota Padang dalam forum lima tahunan tersebut. Munas LDII X yang akan digelar pada 7–9 April mendatang akan menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
“Kami siap membawa dan menyampaikan berbagai aspirasi, pesan, serta harapan masyarakat Kota Padang pada Munas X LDII. InsyaAllah, apa yang dititipkan kepada kami akan menjadi bagian dari pembahasan strategis di tingkat nasional,” ujar Muhammad Iqbal.
Ia menjelaskan, menjelang pelaksanaan Munas, pihaknya aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut dilakukan untuk menyerap masukan yang konstruktif demi kemajuan organisasi dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Kami memanfaatkan momen Idul Fitri untuk bersilaturahim dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai stakeholder lainnya. Dari sana, kami menghimpun berbagai pandangan dan harapan yang nantinya akan kami bawa ke Munas,” jelasnya.
Seirama dengan iqbal, Ketum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Munas X yang tinggal beberapa hari lagi.
Menurut KH Chriswanto, Munas X menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan nasional, sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa.
“Persiapan Munas terus kami lakukan secara intensif, baik dari sisi substansi materi maupun teknis pelaksanaan, agar Munas X berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LDII di tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat silaturahim dengan para pemangku kepentingan di daerah masing-masing.
KH Chriswanto menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan pejabat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis lainnya, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami meminta seluruh pengurus LDII untuk bersilaturahim dengan pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya. Dari situ, kita bisa menyerap berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan penting dalam Munas,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspirasi yang dihimpun dari daerah tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Munas, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat.
“LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif dan solutif. Oleh karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program kerja ke depan semakin tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, KH Chriswanto juga berharap momentum silaturahim Idul Fitri dapat memperkuat sinergi antara LDII dengan pemerintah, tokoh masyarakat, alim ulama, pimpinan ormas, dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan serta mempercepat pembangunan.
“Munas X tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kontribusi LDII dalam membangun bangsa yang harmonis, maju, dan berdaya saing,” pungkasnya.



