Jakarta (8/4). Festival pencak silat yang digelar Persinas ASAD dalam ajang GenFest Munas X LDII 2026 menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga tradisional, dengan menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus membuka peluang prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, mengatakan festival pencak silat itu sebagai bentuk pembinaan generasi muda hasil kolaborasi Persinas ASAD dan LDII. “Sebelumnya kami sudah menjalin MOU dengan LDII karna ingin membentuk generasi unggul profesional religius,” ujarnya.
Lebih lanjut, Weda menjelaskan, seni bela diri pencak silat menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan, untuk menanamkkan karakter luhur, “Perguruan pencak silat mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak didiknya, seperti kedisiplinan, keuletan, ketangkasan dan kepercayaan diri yang tentunya berguna untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Terkait kompetisi, yang diikuti puluhan peserta kontingen usia praremaja dan remaja yang berasal dari Jabodetabek. Kompetisi itu dibagi dalam beberapa kategori lomba yaitu penampilan tunggal, berpasangan dan beregu.
Melalui kompetisi tersebut, Weda yakin generasi muda dapat berlatih dan mengembangkan diri agar mendapat kesempatan mengembangkan bakat dan prestasi di masa depan. Salah satunya adalah berkesempatan tanding di acara nasional atau internasional. (Thifla/Lines)



